Minggu, 07 Juni 2020

4. Seri 40 Hadits: Makanan Jin

3571- حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ قَالَ أَخْبَرَنِي جَدِّي عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ كَانَ يَحْمِلُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِدَاوَةً لِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ فَبَيْنَمَا هُوَ يَتْبَعُهُ بِهَا فَقَالَ مَنْ هَذَا فَقَالَ أَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ فَقَالَ ابْغِنِي أَحْجَارًا أَسْتَنْفِضْ بِهَا وَلَا تَأْتِنِي بِعَظْمٍ وَلَا بِرَوْثَةٍ فَأَتَيْتُهُ بِأَحْجَارٍ أَحْمِلُهَا فِي طَرَفِ ثَوْبِي حَتَّى وَضَعْتُهَا إِلَى جَنْبِهِ ثُمَّ انْصَرَفْتُ حَتَّى إِذَا فَرَغَ مَشَيْتُ فَقُلْتُ مَا بَالُ الْعَظْمِ وَالرَّوْثَةِ قَالَ هُمَا مِنْ طَعَامِ الْجِنِّ وَإِنَّهُ أَتَانِي وَفْدُ جِنِّ نَصِيبِينَ وَنِعْمَ الْجِنُّ فَسَأَلُونِي الزَّادَ فَدَعَوْتُ اللَّهَ لَهُمْ أَنْ لَا يَمُرُّوا بِعَظْمٍ وَلَا بِرَوْثَةٍ إِلَّا وَجَدُوا عَلَيْهَا طَعَامًا

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Yahya bin Sa'id berkata, telah mengabarkan kepadaku kakekku dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu, bahwa dia pernah membawakan sebuah kantung air terbuat dari kulit untuk wudlu' dan hajat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan dia mengikuti beliau dengan membawa kantung air tersebut, beliau bertanya: "Siapakah ini?". Ia menjawab; "Saya Abu Hurairah". Maka beliau berkata: "Carikanlah aku beberapa batu untuk aku gunakan sebagai alat bersuci dan jangan bawakan aku tulang dan kotoran hewan". Kemudian aku datang dengan membawa beberapa batu dengan menggunakan ujung bajuku dan meletakkannya di samping beliau. Kemudian aku pergi. Ketika beliau telah selesai, aku berjalan bersama beliau bertanya; "kenapa dengan tulang dan kotoran hewan?". Beliau menjawab: "Keduanya termasuk makanan jin. Dan sesungguhnya pernah datang kepadaku utusan jin dari Nashibin, dia adalah sebaik-baik jin, lalu mereka meminta kepadaku tentang bekal. Maka aku memohon kepada Allah untuk mereka agar mereka tidak melewati tulang dan kotoran hewan melainkan mereka mendapatkannya sebagai makanan". (HR. Bukhari)

Takhrij Hadits:

  1. Bukhari dalam Shahihnya. Kitab Manaqib Al-Anshari; bab Dzikru al-Jin. Juz 5, hal 46. No 3860.
  2. Thabrani dalam Musnad Asy-Syamiyyin. Bab Ma Intaha Ilaina Min Musnad Numair Ibn Yazid Al-Qoini. Juz 2, hal 230. No 1241.
  3. Baihaqi dalam Sunan al-Kubra. Kitab Thaharah; Jumma’u Abwabi al-Istithabah; Bab Istinja Bima Yaqumu Maqoma    al-Hijarah fi al-Inqoi Duna Ma Nuhiya ‘An al-Istinjai Bihi. Juz 1, hal 174. No 524.
  4. Baihaqi dalam Dalail an-Nubuwwah. Jami’ Abwab al-Mab’ats; Bab Dzikru al-Islami  al-Jinn wa Ma Dzahara fii Dzalika....  Juz 2, hal 233.
  5. At-Thahawi dalam Syarh Ma’ani al-Atsar. Kitab Thaharah; Bab Istijmari bi al-‘Idhami. Juz 1, hal 124. No 755.
  6. Abi Syaikh Al-Ashbahani dalam Al-‘Adhimah. Bab Dzikru al-Jinn wa Khalqihinna. Juz 5, hal 1663.

Derajat Hadits: Shahih

Pesan-Pesan Hadits:

  1. Para sahabat adalah orang yang paling loyal dan setia membantu Nabi Saw dalam keadaan apapun.
  2. Abu Hurairoh adalah sahabat Nabi Saw yang sebagian besar sisa hidupnya setelah ia masuk Islam, ia habiskan untuk bersama-sama dengan Rasulullah Saw.
  3. Tidak boleh beristinja dengan menggunakan tulang dan kotoran hewan.
  4. Makanan Jin adalah tulang dan kotoran hewan.
  5. Jin memiliki kabilah, dalam hadits ini disebutkan dari Nashibin.
  6. Rasulullah Saw bisa berinteraksi dengan Jin.
  7. Kita harus menghormati hak-hak orang lain tanpa mengganggunya.


0 komentar:

Posting Komentar