Minggu, 07 Juni 2020

40. Seri 40 Hadits: Syaithan Berwujud Anjing

1250- عن جَابِر بْن عَبْدِ اللَّهِ قال: أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَتْلِ الْكِلَابِ حَتَّى إِنَّ الْمَرْأَةَ تَقْدَمُ مِنْ الْبَادِيَةِ بِكَلْبِهَا فَنَقْتُلُهُ ثُمَّ نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَتْلِهَا وَقَالَ عَلَيْكُمْ بِالْأَسْوَدِ الْبَهِيمِ ذِي النُّقْطَتَيْنِ فَإِنَّهُ شَيْطَانٌ

Dari Jabir bin Abdullah RA, dia berkata, "Rasulullah SAW telah memerintahkan kami untuk membunuh anjing, hingga ketika ada seorang wanita yang baru datang dari kampung dengan membawa anjingnya, maka anjing tersebut kami bunuh. Setelah itu, Rasulullah SAW melarang kami untuk membunuh anjing seraya berkata, 'Sekarang kalian harus membunuh anjing yang berwarna hitam yang mempunyai dua titik putih, karena itu adalah syetan.'" {Muslim 5/36}

Takhrij Hadits:

  1. Ahmad dalam Musnadnya. Musnad Jabir Ibn Abdillah r.a. Juz 22, hal 343. No 14575.
  2. Abi Daud dalam Sunannya. Bab Fii Ittikhadzi al-Kalbi li Ash-Shaidi wa Ghairihi. Juz 3, hal 108. No 2846.
  3. Ibn Hibban dalam Shahihnya. Dzikru al-Bayan bi Anna al-Musthafa Saw. Juz 12, hal 467. No 5651.
  4. Baihaqi dalam Sunannya. Bab Maa Jaa Fiima Yahillu Iqthinauhu Min al-Kilabi. Juz 6, hal 17. No 11035.

 

Derajat Hadits: Shahih.

 

Pesan-Pesan Hadits:

  1. Syaitan bisa menyerupai anjing.
  2. Tidak semua anjing adalah penyerupaan dari jin.
  3. Ciri-ciri jin yang menyerupai anjing adalah berwarna hitam dan mempunyai dua titik putih.
  4. Disunnahkan untuk membunuh anjing yang memiliki ciri-ciri di atas.


39. Seri 40 Hadits: Syaithan Menangis

372- عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِي يَقُولُ يَا وَيْلَهُ وَفِي رِوَايَةِ أَبِي كُرَيْبٍ يَا وَيْلِي أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِي النَّارُ

Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Apabila seseorang membaca ayat Sajadah lalu dia sujud, maka syetan menyingkir sambil menangis, dan syetan tersebut mengatakan, 'Aduh celaka! Manusia diperintahkan sujud lalu dia bersujud, maka dia mendapat surga, sedangkan aku diperintahkan sujud lalu aku membangkang maka aku mendapat Neraka."' (Muslim 81/133)

Takhrij Hadits:

  1. Ahmad dalam Musnadnya. Musnad Abi Hurairah r.a. Juz 15, hal 445. No 9713.
  2. Ibn Majah dalam Sunannya. Bab Sujud alquran. Juz 1, hal 334. No 1052.
  3. Ibn Khuzaimah dalam Shahihnya. Bab Fadhlu as-Sujud ‘Inda Qiroatihi as-Sajdah wa Bukaa. Juz 1, hal 276. No 549.
  4. Ibn Hibban dalam Shahihnya. Dzikru Rajai Dukhuli al-Jinani Li Man Sajada Lillahi Fii Tilawatihi. Juz 6, hal 465. No 2759.
  5. Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubra. Bab Fadhlu Sujud at-Tilawah. Juz 2, hal 442. No 3700.

 

Derajat Hadits: Shahih.

 

Pesan-Pesan Hadits:

  1. Syaitan bisa menangis layaknya manusia.
  2. Syaitan menyesali perbuatannya dahulu tidak mau diperintahkan bersujud sehingga ia dikeluarkan dari syurga.
  3. Apabila seseorang membaca ayat sajdah lalu ia bersujud, maka ia akan mendapatkan syurga.


38. Seri 40 Hadits: Syaithan Mengutus Anak Buahnya Untuk Menggoda Manusia

2000- عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا فَيَقُولُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا قَالَ ثُمَّ يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ قَالَ فَيُدْنِيهِ مِنْهُ وَيَقُولُ نِعْمَ أَنْتَ قَالَ الْأَعْمَشُ أُرَاهُ قَالَ فَيَلْتَزِمُهُ.

Dari Jabir RA, dia berkata, "Rasulullah SAW telah bersabda, ' Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas air. Setelah itu ia menugaskan anak buahnya. Anak buahnya yang memperoleh kedudukan tinggi di sisinya adalah anak buah yang paling sukses menggoda manusia. Ada seorang anak buahnya yang datang lalu melaporkan, "Saya sudah melakukan ini dan itu." Lalu iblis menjawab, "Kamu belum berbuat apa-apa." Kemudian anak buahnya yang lain datang dan melaporkan, "Saya telah menyesatkan si fulan hingga saya dapat memisahkannya dari istrinya." Kemudian iblis menyuruh anak buahnya itu mendekat seraya berkata, "Kamu memang benar-benar anak buahku yang terbaik.' {Al A'masy berkata, "Saya tahu bahwasanya Rasulullah juga berkata} 'Akhirnya sang iblis mengukuhkan anak buahnya itu." {Muslim 8/138}

Takhrij Hadits:

  1. Ahmad dalam Musnadnya. Musnad Jabir Ibn Abdillah r.a. Juz 22, hal 274. No 14377.
  2. Tirmidzi dalam Sunannya. Bab Maa Jaa Fii Dzikri Ibn Shayyad. Juz 4, hal 517. No 2247.
  3. Ibn Hibban dalam Shahihnya. Dzikru al-Ikhbar ‘An Ba’tsi Iblis Sarayahu Liyaftina al-Muslimin Na’udzu billahi min Syarrihim. Juz 14, hal 66. No 6187.
  4. Baihaqi dalam Syu’bul Iman. Huququ al-Aulad wa Ahlaini. Juz 11, hal 165. No 8347.

Derajat Hadits: Shahih.

 

Pesan-Pesan Hadits:

  1. Singgasana Iblis ada di atas air.
  2. Iblis adalah raja dari bangsa jin.
  3. Bangsa jin memiliki sistem kerajaan/kepemimpinan seperti manusia.
  4. Iblis memiliki pembantu/anak buah yang sangat banyak. Dan beberapa diantaranya sangat loyal dan menjadi pesuruh setia.


37. Seri 40 Hadits: Pasar Adalah Sarang Syaitan

1682- عن أَبي عُثْمَانَ عَنْ سَلْمَانَ قَالَ لَا تَكُونَنَّ إِنْ اسْتَطَعْتَ أَوَّلَ مَنْ يَدْخُلُ السُّوقَ وَلَا آخِرَ مَنْ يَخْرُجُ مِنْهَا فَإِنَّهَا مَعْرَكَةُ الشَّيْطَانِ وَبِهَا يَنْصِبُ رَايَتَهُ قَالَ وَأُنْبِئْتُ أَنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَام أَتَى نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعِنْدَهُ أُمُّ سَلَمَةَ قَالَ فَجَعَلَ يَتَحَدَّثُ ثُمَّ قَامَ فَقَالَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأُمِّ سَلَمَةَ مَنْ هَذَا أَوْ كَمَا قَالَ قَالَتْ هَذَا دِحْيَةُ قَالَ فَقَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ ايْمُ اللَّهِ مَا حَسِبْتُهُ إِلَّا إِيَّاهُ حَتَّى سَمِعْتُ خُطْبَةَ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُخْبِرُ خَبَرَنَا أَوْ كَمَا قَالَ قَالَ فَقُلْتُ لِأَبِي عُثْمَانَ مِمَّنْ سَمِعْتَ هَذَا قَالَ مِنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ

Dari Abu Utsman dari Salman RA, dia berkata, "Jika bisa, janganlah kamu menjadi orang yang pertama kali masuk ke dalam pasar dan orang terakhir kali keluar darinya. Karena, bagaimanapun, pasar itu menjadi sasaran utama syetan dan di situlah syetan mengibarkan benderanya." Salman berkata, "Saya pernah diberitahu bahwasanya Jibril Alaihi Salam datang kepada Rasulullah SAW, di mana pada saat itu Ummu Salamah ada di samping beliau. Setelah itu beliau mulai berbicara, berdiri, dan akhirnya bertanya kepada Ummu Salamah, 'Siapa ini?' {atau sebagaimana yang beliau katakan kepadanya}. Ummu Salamah menjawab, "Ini Dihyah Al Kalbi." Salman berkata, "Ummu Salamah pernah berkata, 'Demi Allah, saya tidak pernah berprasangka buruk kepadanya hingga saya mendengar pidato Rasulullah SAW yang menuturkan berita tentang kami {atau sebagaimana yang beliau sabdakan}.' Saya bertanya kepada Abu Utsman, "Dari siapa kamu mendengar berita ini?" Abu Utsman menjawab, "Dari Usamah bin Zaid." {Muslim 7/144}

Takhrij Hadits:

  1. Ibn Abi Syaibah dalam Mushannafnya. Kalam Sulaiman. Juz 7, hal 122. No 34675.
  2. Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kubra. Sulaiman At-Taymi ‘An Abi ‘Utsman An-Nahdi . Juz 6, hal 252. No 6131.
  3. Baihaqi dalam Syu’bul Iman. Fashl Fiima Balaghna ‘An Ash-Shahabah r.a. Juz 13, hal 193. No 10172.

Derajat Hadits: Shahih.

 

Pesan-Pesan Hadits:

  1. Pasar merupakan sarang syaitan.
  2. Pengaruh syaitan di pasar sangatlah kuat, sehingga dianjurkan agar tidak menjadi orang pertama yang memasuki pasar dan terakhir keluar dari pasar.


36. Seri 40 Hadits: Keledai Dapat Melihat Syaithan

1890- عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهَا رَأَتْ شَيْطَانًا.

Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda, "Apabila kamu mendengar kokok ayam jantan, maka mohonlah kemurahan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, karena pada saat itu ayam tersebut sedang melihat malaikat. Sebaliknya, apabila kamu mendengar ringkikan keledai, maka berlindunglah kepada Allah dari segala kejahatan syetan. Karena pada saat itu, keledai tersebut melihat syetan." {Muslim 8/85}

Takhrij Hadits:

  1. Ahmad dalam Musnadnya. Musnad Abi Hurairah r.a. Juz 13, hal 427. No 8046.
  2. Bukhari dalam Shahihnya. Bab Khairu Maali Al-Muslimi Ghanamun Yabtaghu Biha Sya’afa Al-Jibali. Juz 4, hal 128. No 3303.
  3. Abi Daud dalam Sunannya. Bab Maa Jaa Fii Ad-Diyak wa Al-Bahaim. Juz 4, hal 327. No 5102.
  4. Tirmidzi dalam Sunannya. Bab Maa Yaqulu Idza Sami’a Nahiqo al-Himari. Juz 5, hal 508. No 3459.
  5. An-Nasai dalam Sunan Al-Kubro. Maa Yaqulu Idza Siyaha ad-Diyakah. Juz 9, hal 345. 10714.
  6. Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kubra. ‘Utsman Ibn Shahib ‘An Abihi. Juz 8, hal 39. No 7312.

 

Derajat Hadits: Shahih.

 

Pesan-Pesan Hadits:

  1. Ada beberapa hewan yang dapat melihat mahluq selain manusia.
  2. Berdo’alah jika mendengar ayam jantan berkokok. Karena ia melihat malaikat.
  3. Mohonlah ampunan jika mendengan keledai meringkik, karena ia melihat syaitan (jin).


35. Seri 40 Hadits: Makanan Yang Terjatuh Menjadi Makanan Syaithan

1309- عَنْ جَابِرٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَحْضُرُ أَحَدَكُمْ عِنْدَ كُلِّ شَيْءٍ مِنْ شَأْنِهِ حَتَّى يَحْضُرَهُ عِنْدَ طَعَامِهِ فَإِذَا سَقَطَتْ مِنْ أَحَدِكُمْ اللُّقْمَةُ فَلْيُمِطْ مَا كَانَ بِهَا مِنْ أَذًى ثُمَّ لِيَأْكُلْهَا وَلَا يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ فَإِذَا فَرَغَ فَلْيَلْعَقْ أَصَابِعَهُ فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي فِي أَيِّ طَعَامِهِ تَكُونُ الْبَرَكَةُ

Dari Jabir RA, dia berkata, "Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ' Sesungguhnya syaitansitu pasti akan datang kepada setiap individu dari kalian dalam semua keadaannya sampai ia datang ketika makan. Oleh karena itu, apabila ada satu suapan yang terjatuh dari salah seorang di antara kalian, maka hendaklah ia membuang kotoran yang melekat pada makanan itu dan kemudian memakannya serta jangan sekali-kali meninggalkannya untuk syaitan. Apabila selesai makan, maka hendaklah ia jilati jari-jarinya. Karena ia tidak tahu dimana letak berkah pada makanan itu.' {Muslim 6/114}

Takhrij Hadits:

  1. Ahmad dalam Musnadnya. Musnad Jabir Ibn Abdillah r.a.  Juz 22, hal 466. Hal 14629.
  2. Ibn Majah dalam Sunannya. Bab Al-luqmah Idza Saqathat. Juz 2, hal 1091. No 3278.
  3. Abu Daud dalam Sunannya. Bab Fii al-Luqmah Tasaqath. Juz 3, hal 365. No 3845.
  4. An-Nasai dalam Sunannya. Al’Illat fi al-La’qi. Juz 6, hal 271. No 6746.
  5. Ibn Hibban dalam Shahihnya. Dzikru al-Amri bi Aqli al-Luqmah Idza Saqathat Min yadai al-Akili Lialla Yatrukaha Li asy-Syaithan. Juz 12, hal 54. No 5249.
  6. Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kubra. Yunus Ibn ‘Ubaid ‘An al-Hasan ‘an Ma’qul. Juz 20, hal 200. No 450.
  7. Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra. Bab Rof’i al-Luqmah Idza Saqothot wa Inqoi al-Qosh’ah... Juz 7, hal 454. No 14617.

 

Derajat Hadits: Shahih.

 

Pesan-Pesan Hadits:

  1. Syaitan mengganggu setiap individu dalam semua kondisi.
  2. Dianjurkan untuk membersihkan memakan kembali makanan yang jatuh.
  3. Seorang manusia hendaknya selalu menjaga kebersihan makanan.
  4. Syaitan makan dari bekas makanan manusia.
  5. Disunnahkan untuk memakan habis semua makanan dan membersihkan sisanya dengan menjilati jari-jari karena ia tidak tahu dimana letak berkah pada makanan tersebut.


34. Seri 40 Hadits: marah Datang Dari Syaitan

1801- عن سُلَيْمَانُ بْنُ صُرَدٍ قَالَ اسْتَبَّ رَجُلَانِ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَعَلَ أَحَدُهُمَا يَغْضَبُ وَيَحْمَرُّ وَجْهُهُ فَنَظَرَ إِلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي لَأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ ذَا عَنْهُ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ فَقَامَ إِلَى الرَّجُلِ رَجُلٌ مِمَّنْ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَتَدْرِي مَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آنِفًا قَالَ إِنِّي لَأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ ذَا عَنْهُ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ فَقَالَ لَهُ الرَّجُلُ أَمَجْنُونًا تَرَانِي.

Dari Salman bin Shurad RA, dia berkata, "Pada suatu hari ada dua orang laki-laki yang saling mencaci maki di sisi Rasulullah SAW. Kemudian salah seorang di antara keduanya marah dan merah mukanya. Lalu Rasulullah melihatnya dan berkata, 'Sungguh aku mengetahui satu kalimat yang seandainya diucapkan, maka marahnya akan hilang; Audzu billahi minasy-syaithaanir rajiim {Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk}.' Setelah itu, orang yang marah itu didekati oleh seseorang yang telah mendengar ucapan Rasulullah SAW dan ia berkata kepadanya, "Mengertikah kamu apa yang telah diucapkan Rasulullah SAW tadi? Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda, 'Sungguh aku mengetahui satu kalimat yang seandainya diucapkan, maka nafsu amarahnya akan hilang, Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk. Orang laki-laki yang marah tersebut berkata, "Apakah kamu menganggap saya sudah gila?" {Muslim 8/31}

Takhrij Hadits:

  1. Ahmad dalam Musnadnya. Hadits Mu’adz Ibn Jabal. Juz 36, hal 405. No 22086.
  2. Bukhari dalam Shahihnya. Bab Al-Khudru Min Al-Ghadhab. Juz 8, hal 28. No 6115.
  3. Muslim dalam Shahihnya. Bab Fadhli Man Yamliku Nafsahu ‘Inda al-Ghadhab wa bi ayyi Syaiin Yadzhabu al-Ghadhab. Juz 4, hal 2015. No 2610.
  4. Abu Daud dalam Sunannya. Bab Maa Yaqulu ‘Inda al-Ghadhab. Juz 4, hal 248. No 4780.
  5. Tirmidzi dalam Sunannya. Bab Maa Yaqulu ‘Inda al-Ghadhab. Juz 5, hal 504. No 34452.
  6. An-Nasai dalam as-Sunan al-Kubra. Bab Maa Yaqulu Idza Ghadhab, Wa Dzikru al-Ikhtilaf ‘ala... Juz 9, hal 151. No 10152.
  7. Ibn Hibban dalam Shahihnya. Dzikru al-Amri bi al-Isti’adzah billah Jalla wa ‘Ala min Asy-Syaithan... . Juz 12, hal 505. No 5692.
  8. Thabrani dalam Mu’jam al-Kubra. Ma Ashnada Sulaiman Ibn Shurad. Juz 7, hal 99. No 6489.

 

Derajat Hadits: Shahih.

 

Pesan-Pesan Hadits:

  1. Rasulullah adalah sosok yang bijak menghadapi ummatnya.
  2. Marah datang dari syaitan.
  3. Jika marah, disunnahkan untuk mengucapkan ta’awudz.


33. Seri 40 Hadits: Syaitan Menghiasi Fisik Wanita Dengan Syahwat

847- عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى امْرَأَةً فَأَتَى امْرَأَتَهُ زَيْنَبَ وَهِيَ تَمْعَسُ مَنِيئَةً لَهَا فَقَضَى حَاجَتَهُ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى أَصْحَابِهِ فَقَالَ إِنَّ الْمَرْأَةَ تُقْبِلُ فِي صُورَةِ شَيْطَانٍ وَتُدْبِرُ فِي صُورَةِ شَيْطَانٍ فَإِذَا أَبْصَرَ أَحَدُكُمْ امْرَأَةً فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ فَإِنَّ ذَلِكَ يَرُدُّ مَا فِي نَفْسِهِ

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah RA, bahwa Rasulullah SAW pernah melihat seorang perempuan, lalu beliau mendatangi Zainab, istri beliau, yang sedang menyamak kulit miliknya. Kemudian beliau menyalurkan keinginan beliau. Setelah itu beliau keluar kepada para sahabat, lalu bersabda, "Sesungguhnya perempuan itu bila dilihat dari depan tampak memikat karena ada pengaruh  syaitan, dan dari belakangpun tampak memikat karena ada pengaruh syaitan. Apabila seseorang melihat perempuan lalu terpikat, maka segeralah pulang untuk berhubungan badan dengan istrinya, karena hal tersebut bisa meredam hawa nafsu seksualnya." {Muslim 4/130}

Takhrij Hadits:

  1. Ahmad dalam Musnadnya. Musnad Jabir Ibn Abdillah r.a. Juz 22, hal 407. No 14537.
  2. Abi Daud dalam Sunannya.          Bab Ma Yumaru Bihi Min Ghudhu al-Bashar. Juz 2, hal 246. No 2151.
  3. Tirmidzi dalam Sunannya. Bab Ma jaa Fi Ar-Rojuli yaro al-Mar’ah Ta’jibuhu. Juz 3, hal 465. No 1158.
  4. An-Nasai dalam as-Sunan al-Kubro. Muakalah al-Haidh wa Asy-Syurbu min Suuriha wa al-Intifa’ bi Fadhliha. Juz 8, hal 235. No 9072.
  5. Ibn Hibban dalam Shahihnya. Dzikru al-Amri Li Man Roa Imroatan A’jabathu an Ya’tiya Imroatahu Hinaidin.
  6. Thabrani dalam al-Mu’jam al-Ausath. Bab min Ismuhu Ibrohim. Juz 3, hal 34. No 2385.
  7. Baihaqi dalam as-Sunannya. Bab Ma Yaf’alu Idza Roa min Ajnabiyyati Ma Yu’jibuhu. Juz 7, hal 145. No 13516.

Derajat Hadits: Shahih.

 

Pesan-Pesan Hadits:

  1. Allah menciptakan seluruh tubuh wanita itu indah.
  2. Syaitan menghiasi setiap pandangan kepada tubuh perempuan dengan syahwat agar tampak memikat.
  3. Disunnahkan bagi seorang lelaki untuk mendatangi istri untuk menjaga kemaluannya dari godaan syahwat fisik wanita yang bukan mahramnya.


32. Seri 40 Hadits: Setiap Orang Diikuti Oleh Syaitan

1814- عن عَائِشَةَ زَوْج النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ مِنْ عِنْدِهَا لَيْلًا قَالَتْ فَغِرْتُ عَلَيْهِ فَجَاءَ فَرَأَى مَا أَصْنَعُ فَقَالَ مَا لَكِ يَا عَائِشَةُ أَغِرْتِ فَقُلْتُ وَمَا لِي لَا يَغَارُ مِثْلِي عَلَى مِثْلِكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقَدْ جَاءَكِ شَيْطَانُكِ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوْ مَعِيَ شَيْطَانٌ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ وَمَعَ كُلِّ إِنْسَانٍ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ وَمَعَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ نَعَمْ وَلَكِنْ رَبِّي أَعَانَنِي عَلَيْهِ حَتَّى أَسْلَمَ.

Dari Aisyah RA, istri Rasulullah SAW, bahwasanya pada suatu malam Rasulullah SAW pernah keluar dari rumah Aisyah. Aisyah berkata, "Saya merasa cemburu {karena beliau keluar pada malam itu}." Kemudian Rasulullah SAW datang dan akhirnya beliau mengerti dengan sikap saya seraya bertanya, "Hai Aisyah, sebenarnya ada apa denganmu? Apakah kamu merasa cemburu?" Saya {Aisyah} menjawab, "Bagaimana orang seperti saya tidak cemburu dengan orang seperti engkau ya Rasulullah?" Lalu Rasulullah berkata, "Apakah kamu didatangi oleh syetanmu?" Saya {Aisyah} balik bertanya, "Ya Rasulullah, apakah saya diikuti oleh syetan?" Beliau menjawab, "Ya." Saya bertanya lagi, "Apakah setiap orang akan selalu disertai oleh syetan?" Rasulullah menjawab, "Ya." Saya bertanya, "Demikian juga dengan dirimu ya Rasulullah?" Rasulullah menjawab, "Ya. Tetapi Tuhanku menolongku hingga aku selamat {syetan  tidak mampu untuk menggodaku}." {Muslim 8/139}

Takhrij Hadits:

  1. Ahmad dalam Musnadnya. Musnad Ash-Shadiqah ‘Aisyah Binti Ash-Shadiq r.a. Juz 41, hal 342. No 24845.
  2. Baihaqi dalam Dalail An-Nubuwwah. Bab Maa Jaa Fii Anna Ma’a Kulli Ahadin Qorinah Min al-Jinn. Juz 7, hal 102.

 

Derajat Hadits: Shahih.

 

Pesan-Pesan Hadits:

  1. Semua orang akan selalu diikuti oleh syaitan yang menggoda dan menggelincirkan manusia.
  2. Rasulullah Saw pun diikuti oleh syaitan, tapi Allah menolongnya dan membuat syaitan tidak mampu menggoda beliau.
  3. Allah menolong siapapun hamba yang dikehendaki-Nya agar terhindar dari gangguan Syaitan.
  4. Rasa cemburu merupakan pengaruh dari gangguan syaitan.


31. Seri 40 Hadits: Tempat Bermalam Syaitan dan Makanannya.

1302- عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرْ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ أَدْرَكْتُمْ الْمَبِيتَ وَإِذَا لَمْ يَذْكُرْ اللَّهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ أَدْرَكْتُمْ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ

Dari Jabir bin Abdullah RA bahwasanya dia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Apabila seseorang masuk ke dalam rumahnya, lalu ia menyebut nama Allah ketika masuk dan ketika menghadapi makanannya, maka syitan akan berkata kepada teman-temannya, 'Tidak ada tempat bermalam dan tidak ada pula makan malam untuk kalian.' Tetapi, sebaliknya, apabila ia masuk ke dalam rumah tanpa menyebut nama Allah pada waktu masuknya, maka syaitan pun akan berkata, 'Kalian mendapatkan tempat bermalam.' Dan apabila ia tidak menyebut nama Allah pada saat menghadapi makanannya, maka syaitan pun akan berkata, 'Kalian mendapatkan tempat bermalam dan sekaligus makan malam.'" {Muslim 6/108}

Takhrij Hadits:

  1. Ahmad dalam Musnadnya. Musnad Jabir Ibn Abdillah r.a. Juz 23. No 69. No 14729.
  2. Muslim dalam Shahihnya. Bab Adab at-Tha’am wa asy-Syarb wa Ahkamuhuma. Juz 3, hal 1598. No 2018.
  3. Ibn Majah dalam Sunannya. Bab Ma Yad’u Bihi Idza Dakhola Baitahu. Juz 2, hal 1279. No 3887.
  4. Abi Daud dalam Sunannya. Bab at-Tasmiyyatu ‘Ala ath-Tha’ami. Juz 3, hal 346. No 3765.
  5. An-Nasai dalam as-Sunan al-Kubro. Ma Yaquulu Idza Dakhola Baitahu. Juz 9, hal 78. No 9935.
  6. Ibn Hibban dalam Shahihnya. Dzikru Nafi’ al-Mari ‘An Daarihi al-Mabit... Juz 3, hal 100. No 819.
  7. Hakim dalam al-Mustadrak ‘Ala Shahihain. Tafsir Surat Nur Bismillahirrahmanirrahim... Juz 2, hal 434. No 3515.
  8. Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubro. Bab At-TasmiyyatuAla Tha’am. Juz 7, hal 451. No 14607.

 

Derajat Hadits: Shahih.

 

Pesan-Pesan Hadits:

  1. Syaitan dapat bermalam di rumah seseorang dan makan malam dari milik seseorang yang tidak berdo’a sebelumnya.
  2. Disunnahkan untuk menyebut nama Allah setiap kali seorang hamba masuk rumah dan hendak makan.